Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?

Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?

Usia 20-an ialah masa krusial untuk kehidupan seseorang. Di usia tersebut tidak sedikit keputusan urgen datang, tidak sedikit perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Usia 20-an memberikan tidak sedikit kejutan yang sekitar ini anda sangka tidak bakal pernah datang.

Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?
Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?

Menurut Judibolawin Kedewasaan memang membawa tidak sedikit perubahan. Apa saja sih yang seringkali terjadi dan merubah hidup seseorang pada umur 20-an?

1. Jadi Pejuang Skripsi

Tugas akhir sebagai mahasiswa ini jadi urusan yang sering membawa perubahan untuk kehidupan seseorang. Tanpa disadari, skripsi akan mengubah teknik pandangmu terhadap hidup. Di titik inilah anda akan diuji secara akademis, sesudah 4 tahun belajar di bangku kuliah.

Kamu akan menggali hal apa yang paling anda senangi, menelaah pemahanmu terhadap urusan tersebut, menjaga pendapatmu di hadapan dosen pemandu dan penguji.

Dalam proses pengerjaan skripsi anda akan tahu makna kerja keras dan keuletan. Tidak jarang pekerjaanmu kelak pun akan bersangkutan dengan tema skripsi yang anda tulis.

2. Melihat Temanmu Lulus Lebih Dulu Kemudian Pindah

Teman yang sekitar ini mendampingi perjuangan sekitar kuliah lulus duluan dan pindah dari kota lokasi kampus kalian berada. Entah sebab merantau guna bekerja atau kembali kampung, kehilangan rekan seperjuangan jadi urusan yang tidak jarang terjadi di umur 20-an. Nggak terdapat lagi partner in crime dalam sekian banyak hal.

Walau seringkali main sama-sama, akhirnya anda sadar bahwa anda dan dia punya khayalan masing-masing yang mesti dikejar. Dengan berpisah secara jasmani kamu pun akan mengetahui bahwa ikatan pertemanan tidak bakal selesai melulu karena bukan lagi satu kota. Walaupun jauh, kalian bakal tetap jadi tiang penopang untuk sahabat yang memerlukan dukungan.

3. Akhirnya……..Giliranmu Lulus Kuliah

Wisuda, jadi momen yang ditunggu untuk seluruh anak umur 20-an. Di momen itu kewajibanmu sebagai anak telah tuntas. Menyelesaikan edukasi strata sarjana jadi tanda bahwa tanggung jawab orang tua ke anda sudah selesai. Sekarang terserah padamu bagaimana berkeinginan melanjutkan hidup.

Di hari kelulusan anda akan sadar bahwa kebahagiaan orang tua ternyata melulu terletak pada kesuksesanmu. Kamu melulu harus berjuang sebaik barangkali dalam tiap sisi kehidupan supaya bisa membanggakan mereka. Selama anda sukses dan berlangsung lurus, mereka tidak bakal ribut menuntutmu apa-apa.

Setelah momen ini pula anda akan menghadapi fakta hidup yang sesungguhnya.

4. Mulai Mencari Pekerjaan

Ikutan job-fair di sekian banyak kota, ikut milis career centre, hingga melototin koran guna cari lowongan kegiatan jadi pekerjaan wajib pasca lulus. Saat menggali pekerjaan macam ini hidupmu laksana punya tombol reset, dimana semuanya seakan dibuka dari nol.

Pencapaianmu semasa kuliah rasanya telah jauh terbelakang di belakang. Kamu mesti membangun keyakinan diri baru untuk berlomba dengan pencari kerja lain. Ditengah kegiatan membuat lamaran dan CV yang representatif, anda akan mencari ulang seluruh keterampilan yang sekitar ini dipunyai tapi belum diperlihatkan dengan maksimal.

5. Merasakan Gak Enaknya Jadi Pengangguran

Masa-masa menggali kerja berarti jadi pengangguran untuk sedangkan waktu. Kalau seringkali kamu sibuk dengan sekian banyak agenda kampus, kini anda cuma duduk diam aja di lokasi tinggal sambil menantikan panggilan. Masa-masa ini dapat jadi momen yang memunculkan stres, khususnya buat anda yang telah terbiasa sibuk.

Di titik ini anda akan belajar bahwa anda bukanlah apa-apa. Kemampuanmu belum seberapa dibanding orang beda diluar sana yang pun sedang menggali pekerjaan. Kamu akan menikmati pahitnya ditampik perusahaan impian, tidak berhasil di tes kesatu MNC yang anda idamkan — kamu bakal mempertanyakan kemampuanmu sendiri.

Saat anda merutuki nasib dan bercita-cita dapat kegiatan apa saja supaya tidak menganggur itulah anda diuji sebagai insan dewasa, hingga sejauh mana anda berkemauan memperjuangkan hidup?

6. Belajar Mendamaikan Idealisme dan Kenyataan

Sedari kuliah anda sudah bercita-cita guna tidak bekerja di perusahaan tambang yang mengeruk kekayaan alam Indonesia. Tapi pada kenyataannya, kegiatan di pertambangan-lah yang dapat memenuhi gaya hidup yang anda inginkan. Pada akhirnya, anda mengalah dan memungut pekerjaan tersebut.

Di umur 20-an akan tidak sedikit pelajaran hidup yang anda dapatkan soal idealisme dan kenyataan. Kamu bakal belajar berbaikan dengan diri sendiri, ketika idealisme yang sekitar ini anda yakini tidak dapat diterapkan di kehidupan nyata. Kamu akan memahami bahwa orang yang tidak dapat mengikuti idealismenya bukan berarti munafik.

Mereka yang darurat meninggalkan idealismenya dapat jadi sedang menghadapi ujian terberat dalam kehidupan mereka. Dan tidak sepantasnya anda menghakimi.

7. Dapat Pekerjaan Pertama

Hooooray! Setelah babak belur ditolak sekian banyak perusahaan akhirnya anda mendarat di kegiatan kesatumu. Kehidupanmu sebagai orang dewasa baru bakal segera dimulai. Ada sejumlah yang beruntung dan langsung jatuh hati pada pekerjaannya. Merasa kegiatan kesatu yang diperoleh sangat cocok dengan passion.

Namun ada pun yang terbengong-bengong sebab ternyata lingkungan kerja tidak seindah yang dibayangkan. Pekerjaan yang anda dapatkan ternyata tidak menantang, kamu melulu duduk di depan komputer sepanjang masa-masa untuk menggarap tugas administratif. Hatimu berontak, anda merasa hidup mesti dijalani lebih dari sebatas kena macet-sibuk-menua-lalu mati.

Untuk sejumlah waktu anda akan menangguhkan diri guna menjalani kegiatan yang tidak cocok hati nurani, sebelum menata strategi untuk menggali yang lebih pas di hati. Atau untuk kamu yang telah mendapatkan kegiatan yang cocok, hari-harimu akan diisi upaya guna terus menyerahkan yang terbaik.

8. Tinggal Sendiri dan Mandiri Secara Finansial

Selepas bisa pekerjaan tidak sedikit anak muda umur 20-an memutuskan terbit rumah, mulai membina kehidupan mereka sendiri. Banyak yang memilih bermukim di kos, mencarter apartemen atau bahkan mengontrak rumah. Tinggal bareng orang tua sudah tidak lagi jadi opsi yang dirasa nyaman.

Bukan cuma kemerdekaan dari segala aturan lokasi tinggal yang dicari. Dorongan guna mulai belajar hidup sendiri telah terlalu kuat guna diabaikan. Kamu bakal mulai menyesuaikan gaya hidupmu dengan pendapatanmu, berjuang mengatur duit sedemikian rupa sampai-sampai kamu dapat bertahan hingga akhir bulan.

Kamu mulai belajar hidup diatas kakimu sendiri, tanpa sokongan keuangan dari orang tua yang mencintaimu.

9. Mulai Berpikir Bagi Komitmen Jangka Panjang

Tidak melulu dalam kegiatan dan pola pikir, perubahan pun akan terjadi dalam hubungan romantismu. Kamu — yang dulunya selalu beranggapan pacaran tersebut dijalanin aja — mulai menimbang apakah pasanganmu kini memang dapat diajak punya masa mendatang bersama.

Hubungan romantis yang cuma bikin senang-senang aja tiba-tiba bukan lagi relevan dimatamu. Kamu kesudahannya sadar bila yang anda butuhkan cuma partner untuk membina hidup bersama.

Dia yang dapat diajak bertukar pikiran ketika terdapat masalah, dia yang lumayan konsisten guna terus terdapat dalam hidupmu yang tidak sempurna, dia yang punya motivasi untuk membangun masa mendatang yang lebih berdua.

Kamu bakal terbengong-bengong menyadari alangkah pola pikirmu berubah selepas kuliah. Dulu mikir nikah aja males, eh kini malah hendak segera punya komitmen pasti.

10. Kamu Mulai Memperhatikan Kesehatan

SHARETWEETPIN
Kamu kesudahannya sadar, bila metabolisme tubuhmu tidak bakal selamanya seprima sekarang. Makan 8 potong pizza mesti ditunaikan dengan jogging 45 menit. Makanan cepat saji telah tidak lagi membuatmu tergiur. Kamu tahu tubuhmu pantas dihargai dengan makanan sehat.

Sepatu lari, iuran keanggotaan gym sampai gabung di klub pilates dan martial arts jadi pengeluaran yang lumrah untukmu. Beli gadget baru dapat menunggu, namun kesehatan mesti tetap jadi nomor satu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *