9 Cara Membuat Artikel yang Berkualitas untuk Website Anda (part 1)

9 Cara Membuat Artikel yang Berkualitas untuk Website Anda (part 1)

Gara-gara semakin populernya dunia blogging, tidak sedikit orang yang tertarik untuk menciptakan artikel.

9 Cara Membuat Artikel yang Berkualitas untuk Website Anda (part 1)
9 Cara Membuat Artikel yang Berkualitas untuk Website Anda (part 1)

HAPPYBET188 – Membuat tulisan itu kelihatannya gampang…

…tinggal ngetik.

Tapi tidak boleh anggap remeh.

Membuat tulisan yang menarik tersebut tidak mudah.

Apalagi guna website!

Website lain dengan buku. Saat orang-orang browsing website, mereka seringkali tidak suka baca tulisan yang terlampau panjang.

Inilah masalah terbesar dari empunya website dan blog.

Sudah capek-capek buat artikel…

Tidak terdapat yang baca hingga selesai…

Lalu tidak terdapat yang berangjangsana ke websitenya…

Akhirnya tulisan mereka gagal menemukan peringkat di Google. Meskipun telah belajar yang namanya SEO.

Tapi tidak boleh khawatir, terdapat solusinya.

Di dalam petunjuk ini saya bakal mengajarkan kamu bagaimana teknik menulis tulisan yang tidak membosankan untuk pengunjung website.

Mari anda mulai.

Lupakan SEO

Kalau kamu baca di situs-situs lain, katanya supaya situs kita tidak sedikit yang baca, maka artikelnya mesti dioptimasi untuk search engine atau SEO.

Istilahnya “artikel SEO-friendly”.

Sayangnya, konsep ini telah ketinggalan jaman.

Yang terjadi malah sebaliknya.

Mereka yang mengaplikasikan kiat SEO (jadul) malah gagal, dan mereka yang melupakan SEO saat menulis tulisan justru menemukan peringkat tinggi.

Gila kan?

Ini sebab mereka yang konsentrasi dengan SEO secara tidak sadar justeru membuat tulisan untuk mesin.

Artikel yang tidak unik dibaca oleh manusia.

Oleh sebab itu, dalam petunjuk ini saya mengajak kamu untuk melupakan SEO-friendly dan konsentrasi ke “human-friendly”.

Dulu, yang anda anggap sebagai tulisan SEO ialah yang laksana ini:

Memiliki kata kunci density sekian persen
Panjang paling tidak 300/500 kata
Bold, underline, italic di masing-masing keyword
Keyword di judul, paragraf kesatu, paragraf terakhir
Keyword di meta description
Menggunakan subheader (h2-h6) yang mengandung keyword

Tapi sekarang…lupakan seluruh aturan tadi.

Ini alasannya:

Google memakai perilaku insan untuk menilai peringkat di hasil pencarian

Bingung?

Maksud saya begini…

…ketika anda (manusia) menyimak artikel, anda tahu jelas bedanya antara yang bagus dan jelek.

Artikel yang bagus seringkali dibaca dalam masa-masa lama, tidak jarang direkomendasikan untuk orang lain, dan pembaca tidak butuh mencari tulisan yang beda lagi.

Google dapat menerjemahkan perilaku ini menjadi data.

Data perilaku berikut yang dipakai untuk menilai peringkat.

Makanya saya bilang Google memakai perilaku manusia.

Sudah bisa maksudnya?

Ini gambarnya agar agak lebih jelas lagi:

Mari anda balik lagi ke 6 aturan jadul di atas…

Anggaplah kamu menulis buku.

Buku fisik, bukan website.

Apakah menggunakan tidak sedikit bold, italic, underline, dan kata kunci density tertentu dapat membuat buku kamu jadi lebih menarik?

Mestinya tidak berpengaruh.

Emangnya iya bila kita nulis kata ABC sekian kali kemudian artikelnya tiba-tiba jadi lebih menarik?

Nggak logis…

Justru bila menggunakan sebuah kata secara berlebihan justeru akan membuat insan yang menyimak artikel kamu jadi lebih terganggu.

Akibatnya, mereka tidak jadi baca.

Nah, sebab kita telah tahu bahwa tulisan di situs SAMA dengan tulisan di kitab (sama-sama dinilai oleh manusia) maka metodenya mesti sama.

Anda mesti melupakan kiat SEO jadul dan konsentrasi kepada manusia.

Itulah tulisan yang akan dapat jadi viral, dibaca tidak sedikit orang, dan menemukan peringkat tinggi di mesin pencari.

Inilah caranya.

Pelajari karakter calon pembaca

Beda topik, peminatnya pun beda.

Anak muda, dewasa, beberapa besar pria, beberapa besar wanita, dan lain-lain.

Misalnya tulisan tentang “keuangan” barangkali pembacanya umur 25 ke atas, ya kan? Lalu tulisan mengenai game peminatnya lebih muda.

Jadi teknik nulisnya pun beda.

Repot ya…

…Untuk apa sih anda mesti mempelajari karakter?

Tujuannya supaya kamu bisa menyesuaikan isi tulisan terutama gaya penulisan dengan karakter pembaca anda.

Dengan kata lain:

Supaya artikel kamu enak dibaca.

Supaya pembaca tidak bosan.

Contohnya, bila pembaca kamu mayoritas anak muda, kamu gunakan bahasa yang lebih santai. Kalau kamu kaku, maka mereka akan merasa aneh.

Kalau telah begitu, mereka bakal pergi.

Ada satu urusan lagi, kamu tidak mesti mencatat sesuai EYD laksana yang diajarkan bu guru di sekolah.

Yang urgen enak dibaca.

Mari anda balik ke karakter pembaca…

Untuk memahami demografi pembaca website, kamu bisa lihat dari sejumlah media berikut:

Google Analytics (Audience > Demographics > Overview)
Situs komunitas dimana orang-orang yang hendak sekali terhadap topik kamu berkumpul

Gambar di atas adalahdemografi pembaca website ini.

Diambil dari Google Analytics.

Dari situ saya dapat tahu bahwa pembaca website PanduanIM ini ialah mayoritas lelaki berumur 18-24 tahun. Tulisan saya pun menyesuaikan.

Pancing pembaca dengan judul yang menarik

Tahukah anda…kalau terdapat 100 orang yang mampir ke situs anda, 80 orang akan menyimak judul artikelnya.

Tapi melulu 20 orang yang lanjut baca isinya.

Parah ya.

Artinya kamu kehilangan potensi pembaca yang paling besar.

Coba anda ingat kembali saat melakukan penelusuran di Google. Apa yang menciptakan kita memilih di antara website?

Judulnya…ya kan? lanjut ke part 2 yah gengs…

Siswi SMA dari Lawa “Digoyang” Tiga Ronde oleh Lelaki Pengangguran

Siswi SMA dari Lawa “Digoyang” Tiga Ronde oleh Lelaki Pengangguran

kekerasan seksual harus ditindak lanjuti
Siswi SMA dari Lawa “Digoyang” Tiga Ronde oleh Lelaki Pengangguran

INDOBETPOKER – Kendati masih muda, Is dan Sa telah paham betul bagaimana hal orang dewasa. Pasangan muda-mudi asal Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Muna ini menguras malam minggu dengan beradegan tak pantas. Tapi sebab Sa masih dibawah umur, Is kena masalah hukum.

Tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh, orang tua gadis berusia 16 tahun tersebut lapor polisi. Is diciduk dan ditahan. Is usianya 18 tahun, kerjaanya tak terdapat yang pasti. Tapi ia lumayan memikat dimata anak ABG laksana SA.

Tak begitu jelas hubungan keduanya, tapi ketika si lelaki mengajaknya jalan, Sabtu (14/4) malam lalu, si ABG yang masih berstatus murid SMA ini, manut saja. Is yang melulu bermodal air mulut ini bahkan tak malu memakai motor SA, untuk menguras malam mingguan.

Dengan sepeda motor si gadis, Is duduk di belakang kemudi. SA membonceng di belakang. Keduanya mengarah ke Desa Waturempe, Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep) di Muna Barat. Jarum jam di pergelangan tangan SA saat tersebut sudah menunjukan masa-masa pukul 22.00 Wita ketika mereka mendarat di Tikep.

Sampai di Waturempe, di lokasi tinggal keluarga si lelaki, Is menyuruh anak orang yang belum ia halalkan tersebut masuk suatu bilik. Bukannya menyuruhnya istirahat sebab sudah larut, malah anjuran melakukan hal-hal tak senonoh yang ia tawarkan. Hanya mereka yang tahu apa yang lantas terjadi. Yang tentu di bilik tersebut pasangan lain jenis kelamin, bukan muhrim, satu kamar, istirahat bersama.

“Laporan orang tua Sa, anaknya dibegitukan hingga tiga kali,” kata Iptu Fitrayadi, Kasat Resktrim Polres Muna.

Setelah lelah, mereka tertidur dan baru terjaga ketika pagi. Seperti tak berdosa, anak muda ini mengantar sang gadis kembali ke rumahnya.

Orang tua si ABG yang kelimpungan semalaman lantas mencecar pertanyaan ke anaknya. Darimana, dengan siapa, semalam melakukan apa? Persis laksana lagu Kangen Band. Sa susah berbohong.

Ia mengakui seluruh yang terjadi di Waturempe bareng Is, semalam. Orang tua sang gadis muntap.

Mereka kemudian lapor polisi sebab bagaimanapun anak mereka tetap belia, dan belum saatnya tahu hal orang dewasa. Jangankan tiga ronde, satu kali saja masih haram. Kasat reskrim Polres Muna,

Iptu Fitrayadi mengaku, tersangka pelaku telah ditahan. Is dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan padal 82 ayat 1 Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang evolusi ke 2 atas UU RI nomor 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak subsider pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang evolusi atas UU RI nomor 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak. “Ancaman semaksimal mungkin adalah 15 tahun penjara dan minimal adalah 5 tahun penjara,” singkat Iptu Fitrayadi.

kekerasan terhadap anak apalagi tentang berbau sara ataupun seksual kita harus tindak lanjuti, hukum! jangan tinggal diam, kita bela wanita indonesia